Feeds:
Posts
Comments

Angka di Atas 20

(Tulisan ini saya tulis hampir satu tahun yang lalu dan saya post di tumblr: http://eliecebeth.tumblr.com/post/51135987177 Skrg hampir ulang tahun lagi. Tak tahu saya sudah seberapa banyak berubah.)

 

Inilah saya pada umur saya kini. Ini adalah hal-hal yang telah terjadi dan yang saya pelajari dalam hidup saya. Karena di sini saya yang menulis jadi saya menulis menurut apa yang benar-benar saya rasakan dan kadang mungkin ego menjadi satu bagian, tetapi sebisa mungkin saya melihat hal-hal ini dari kursi VVIP.

 

Banyak sekali hal terjadi selama dua-angka-kembar tahun hidup ini, terlebih lagi setahun terakhir. Banyak sekali hal lalu-lalang, kadang singgah sebentar, kadang singgah lama, dan ada pula yang masih menetap.

~~~~~

Hal yang paling jelas untuk dipelajari adalah kegagalan. Selama umur-dikurangi-satu tahun, kegagalan tak pernah terlihat jelas untuk diamati, dimengerti, dan dipelajari. Hanya terjadi dan biasa saja. Tapi setahun ini ada beberapa kegagalan yang sangat membantu untuk memangkas kearoganan, menerima diri sendiri, mengikhlaskan sesuatu dan berusaha membangun diri lebih. Tidak gampang memproses suatu kegagalan sebelum diri sendiri yang mengalami, mengamati, mengerti, menerima, dan bangkit. Saya berterimakasih untuk kesempatan merasakan kegagalan ini karena saya siap menerima keberhasilan yang lebih.

~~~~~

Persahabatan adalah hal yang saya gilai. Indah bukan? Persahabatan. Saya sangat menyayangi teman-teman saya, terlebih sahabat-sahabat saya. Sahabat yang tiap hari ada, sahabat yang kadang bertemu, ataupun yang jarang sekalipun, saya sangat menyayangi mereka, dan anda. Tapi kali ini hal yang saya rasakan adalah kehilangan seorang sahabat. Kehilangan di sini bukan meninggal ataupun hilang arti harafiah. Di sini saya cuma merasakan saya tidak lagi begitu spesial, atau nomor 1 untuknya. Egois, tapi itu yang saya rasakan. Tidak tahu apa yang berubah, walau tampaknya semua berubah. Itu mata koin pertama. Setelah dibalik, inilah mata koin satunya. Sahabat tidak akan hilang karena sahabat adalah teman baik. Yang bisa hilang paling-paling “teman-saja”. Sahabat akan kembali sejauh-jauhnya dia pergi kalau memang dia sahabat. Di luar hal itu saya sangat menghargai, memuja, dan menyayangi sahabat-sahabat dan teman-teman saya. Tak akan lekang oleh waktu.

~~~~~

Hidup dan kebahagiaan// Tujuan hidup dan arti kebahagiaan// Hidup yang seimbang dan rumusannya// Cita-cita dan mimpi// Saya sangat terjerumus kepada hal-hal tersebut. Selama beberapa waktu ini saya selalu berfikir secara filosofis akan hal-hal tersebut. Dan inilah pikiran wanita dewasa yang tidak begitu pintar ini. Mimpi saya tinggi, keinginan saya banyak: hal ini, hal itu, begini, begitu. Tetapi saya kemudian tersadarkan bahwa kedamaian hati adalah apa yang saya cari. Tetapi di lain pihak, mimpi saya indah dan butuh upaya. Kadang dalam pengupayaan itu saya lupa akan kedamaian hati tersebut sehingga pikiran terus berputar dengan keinginan-keinginan duniawi. Itu asyik dan mahsyur. Tetapi lebih dalam lagi kadang saya tidak terlalu tentram dengan hal itu. Sehingga apa yang sebenarnya ingin saya dapatkan adalah….…nah saya bingung. Memang tidak terlalu pintar lah saya! Saya ingin mimpi saya tercapai dengan tetap mempunyai kedamaian hati. Sepertinya itu hal yang cukup simple untuk orang dengan IQ 90an. Tetapi karena saya di atas itu, itu masih terlalu simple. Mungkin beberapa saat lagi saya akan dapat merumuskannya.

~~~~~

Cinta. Saya tidak mempunyai pacar. Saya mendadak sedih kalau saya menyampaikannya dengan cara seperti ini. Tetapi di balik itu banyak intrik di belakang kalimat itu yang kadang membuat saya bersyukur untuk status saya seperti ini. Saya single tetapi ada yang memeluk saya. Saya single tetapi ada yang mencium saya. Saya single tetapi ada yang menyatakan perasaannya. Dan bahagia adalah saya single dan ada yang memegang tahan saya saat berjalan. Tetapi keberuntungan yang tidak saya dapatkan adalah realibilitas dan prestis. Sebenarnya saya tidak suka bersentuhan dengan orang yang tidak benar-benar di hati saya. Sebenarnya. Tetapi di luar hal-hal menggelikan itu, hati pasti hanya akan terisi untuk satu orang. Dan saya benar-benar memuja satu orang dengan segala kelemahannya. Tetapi saya berusaha untuk tidak peduli (kali ini). Tentang hati, saya juga belajar banyak. Satu rumus yang penting adalah saat patah hati saya tidak dianjurkan untuk mendengarkan lagu sedih. Dan apa yang saya pelajari adalah, “teman-teman” yang datang biasanya bersamaan. Kemudian saya juga belajar bahwa pertimbangan saya kadang membunuh saya sendiri. Saya tidak mengaharapkan anda untuk mengerti karena sebenarnya apa ini pun saya juga kurang mengerti.

~~~~~

Kebosanan. Hal ini adalah salah satu pembunuh hubungan, perasaan, dan kebahagiaan. Saya bosan dengan rutinitas saya. Saya bosan melihan sisi luar jendela perpus. Saya bosan mengajar. Saya bosan mendengarkan lagu-lagu di playlist saya. Saya bosan membaca buku absurd ini. Saya bosan mendapat pertanyaan dimana, sedang apa, dan hal-hal membosankan seperti itu. Saya bosan makan di tempat yang sama dan dengan orang-orang itu saja. (Di sini jangan ada yang tersinggung karena itu belum tentu anda). Saya bosan dengan obrolan yang seperti itu-itu saja. Saya bosan mempunyai hubungan yang seperti ini. Saya bosan dengan lingkungan kerja saya. Nah terlihat di sini. Memang kebosanan adalah pembunuh hubungan dan kebahagiaan. Saya jenuh. Apa yang saya pelajari dari kebosanan adalah saya tidak bisa meminta sesuatu yang benar-benar baru. Saya tidak bisa meminta lingkungan yang benar-benar baru. Saya tidak bisa meminta teman-teman atau keluarga yang baru. Saya hanya bisa bersikap secara berbeda dengan hal-hal seperti itu. Betapa bahagianya saya saat saya keluar ke lingkungan baru untuk beberapa saat. Tetapi tidak mungkin untuk seenak jidat me-reshuffle pertemanan dan lingkungan. Tetapi memang kadang suasana baru sangat mendukung untuk memompa gairah hidup.

~~~~~

Detail. Ada beberapa detai yang baru saya sadari:

~.  Saya tidak suka mengetik saat masih menggunakan jam tangan saya.

~. Saya sangat tidak suka seledri.

~. Saya suka pin gajah saya.

~. Saya sering memegang kerah baju saya.

~. Matahari di balik dedaunan itu indah sekali.

~. Daun kuning yang jatuh itu sangat romantis.

~. Saya kehilangan skill saya dalam membersihkan rumah.

~. Saya tidak suka menjawab telfon atau membalas sms dari nomor baru.

~. Saya suka barang-barang lucu meskipun itu tidak terlalu berguna.

~. Saya belum pernah benar-benar menyukai orang yang menyukai saya terlebih dahulu.

~. 5 atau lebih pasang sepatu/sandal saya berwarna coklat tua.

~. Saya belum jadi membeli kitab suci bilingual.

~. Saya suka menyendiri.

~. Kepala saya tida-tiba nyut-nyutan hanya dengan mencium bau perpustakaan mungkin karena teringat thesis.

~. Kado baju dari keluarga atau teman belum pernah pas besarnya.

~. Saya labil dalam memikirkan filosofi dari hal-hal abstrak.

~. Saya suka dan rajin sekali ke toko buku tetapi saya tidak suka membaca.

~. Saya menyukai beradu teori dengan Paskalis.

~. Menulis di buku Ayon ataupun membuatnya membaca tulisan saya membuat saya merasa ayem.

~. Saat stress saya suka berkeliling Kotabaru dan sekitarnya dengan motor saya saat sore menuju malam.

~. Menulis hal-hal random itu asyik.

Itulah beberapa hal yang saya cerna sebagai wanita yang sudah mempunyai umur ini. Saya berterimakasih atas hal-hal yang terjadi pada saya. Saya berterimakasih karena saya mendapatkan orang-orang yang luar biasa baik di sekitar saya. Saya, dengan sadar, ingin sekali memuliakan nama Tuhan dengan hidup saya ini dan selanjutnya.

Tak Peduli

Dungu pikiran ini

Tuli telinga ini

Mati rasa ini

Buta mata ini.

 

Bukan hal ini yang kutunggu

Merambat memakan nyali

Menekuk tulang yang keras

Tebal menutup senyum.

 

Tulisan yang kuukir

Lagu yang kusenandungkan

Tawa yang kubagikan

Dan tangan yang menyanggamu

Bukan untuk ini

 

Tapi bisaku apa?

Memang itu kenyataan

Tapi hakku untuk tak mendengar

Tak melihat

Tak mengerti.

 

Kau boleh bahagia bersama cerita

Tapi aku bahagia dengan kebahagiaanku sendiri

Tentangmu yang ada di hati.

 

Tetap dan tak kan terganti

Kau tak perlu mencoba mengerti.

 

I Say Please, Wait for Me

When I first saw you, I saw a different thing inside

And when I saw you, I saw a dream

A possibility where I could hang my hope on

You are the one; I have two options for my self: waiting till you stand by my side and waiting till God say that you are not the right man.

But it isn’t so easy for me to open my mouth and say everything I want

I’m scared

I have so many weaknesses

I have so many doors closed

I need time to open this all and I need to collect this bravery.

I am scared because you are the one on whom I want to hang my hope

I just need a little time of yours, to wait.

Please, I am trying to open my whole self.

Exemption

Last time, I never let my self wait for something uncertain.

This is different however.

I let my self wait for uncertain thing. I am here, sit on my seat.

Doing nothing except waiting.

He makes me believe that he is the only one I look for.

Last time, I never put my mind in one person.

I put it in the crowded place.

Not just focusing in a person.

But he makes me broke my own rule, my mind is just focusing on him.

I also never emboldened my heart to love someone and just love someone.

I never loved someone as brave as now I do.

I was afraid to fall, but now, falling is not a matter.

You inspire me, you convince me.

And I have to make an exception, exemption.

It’s you.

I am brave to love you, I put all my attention in you, and I am waiting for you.

You are that someone.

luck of him

He makes his woman feels lucky

He loves her sincerely

Save his woman and save their heart

so, it will be still warm.

He is so different, so special

Because of his woman

Because of his heart

He looks everything by affection, not grade

He is so different

If I met him before her

But, would I wanna break a perfectly good heart?

No.

It’s their story, between him and her

and finally, I know; she is not me =’D

If in this world, a boy like him still exists

Hope, he will be mine

You’ll never know how I wish;

I want to feel as lucky (or more) as her.

Everything Is Said Here

if;
Every single word is said, there will be no secret.

Every action is just marked whether it’s right or wrong, there will be no forgiveness.

Every moment that we think is just the failure, there will be no hope.

Everything is looked as an advantage or a disadvantage, there will be no affection.

Loving someone doesn’t need clear words, it may be a secret but our hearts know it well.
I love you with my affection and kept by hope. I have unlimited forgiveness for you here; deeply but that’s all a secret.

😀 unfortunately I have no secret about anyone.

COBA

Selalu mencoba.

Aku selalu mencoba untuk percaya Tuhan akan memberikan sesuatu yang terbaik

Juga cara terbaik dalam perpisahan

Mencoba lagi

Apakah tak ada sesuatupun yang terjadi  dalam peprpisahan adalah cara terbaik. ?

Mencoba lagi.

Apakah dihianati dan kemudian berpisah adalah sesuatu yang terbaik. ?

Lalu mencoba lagi

Apakah sakit hati akan kenyataan mengantar perpisahan adalah sesuatu yang terbaik. ?

Mulai lelah.

Lelah  mencoba.

……………

Mungkin harusnya aku bukan  mencoba melihat dari sisi kiri.

Mari mencoba sisi kanan.

……………

Mencoba. .

Apakah kenangan cinta yang tulus, yang tak dibuat, lugu dan tak bertujuan adalah kado terbaik dalam perpisahan. ?

Mencoba. .

Apakah kenangan bersama dalam menjalani hari-hari , berbagi cerita dan saling menghibur adalah cukup menjadi dongeng manis sebelum perpisahan . ?

Hingga akhir mencoba. .

Apakah tawa lepas dengan mata berbinar dapat menjadi senyum manis sebagai tanda perpisahan. ?

………….

Apakah : bukan-bukan-bukan kemudian benar-benar-benar. ?

Kalau memang, marilah mencoba belajar bahwa hidup tercipta dua sisi.

Bukan hanya satu sisi yang terbaik.

Kadang satu sisinya yang membuat ini terbaik

………

Jangan lelah.

Mencoba.

Bukan untuk melihat derita luka.

Jangan layu.

Mencoba.

Mencoba belajar.

Belajar.

Belajar mencoba.

Lagi dan lagi.

Belajar mencoba lagi.

Dan mencoba belajar lagi.